Minggu, 30 Oktober 2016

Sarana dan Prasarana SMA Negeri 3 Boyolali

1. Fasilitas kelas dilengkapi dengan LCD, Komputer yang sudah terkoneksi Internet, untuk memudahkan siswa mengakses materi pembelajaran dari Internet
2. Ruang Guru, dilengkapi dengan komputer yang sudah terkoneksi Internet, digunakan untuk Guru-guru mencari materi pembelajaran dan mengupload materi ke Internet.
3. Ruang Kepala Sekolah sudah dilengkapi dengan Komputer yang sudah terkoneksi ke Internet,
4. Ruang Multimedia dan Ruang Lab Komputer
5. Ruang perpustakaan akan dilengkapi perpustakaan digital, serta operasional dilakukan secara system elektronik

Adiwiyata di SMA Negeri 3 Boyolali

SMA Negeri 3 Boyolali adalah salah satu sekolah adiwiyata mandiri. Sebagai sekolah adiwiyata mandiri tentu SMA N 3 Boyolali sudah lolos seleksi adiwiyata Nasional pada tahun 2012. Untuk mencapai tujuan program Sekolah Adiwiyata, maka SMA N 3 Boyolali harus melaksanakan 4 (empat) komponen program yang menjadi satu kesatuan utuh dalam mencapai sekolah Adiwiyata. Keempat komponen tersebut adalah:
       1. Kebijakan Berwawasan Lingkungan
Kebijakan Berwawasan Lingkungan di SMA Negeri 3 Boyolali tersirat dalam misi sekolah yaitu,
·  Mendorong peserta didik mengenali potensi diri
·  Menumbuhkan semangat keunggulan
·  Mengembangkan kreativitas
·  Mengembngkan inovasi
·  Mendorong peduli lingkungan
· Mendorong mewujudkan lingkungan ideal (indah, bersih, sehat dan sejuk)
·  Menumbuhkan penghayatan ajaran agama
Dari poin ke-lima dan ke-enam dapat disimpulkan bahwa SMA Negeri 3 Boyolali ingin menjadi sekolah yang benar-benar berwawasan lingkungan. Selain masuk dalam Misi sekolah, kebijakan berwawasan lingkungan termasuk dalam kurikulum sekolah sebagai contoh Muatan Lokan seperti Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) yang diberikan  jam pelajaran untuk kelas X. Untuk kelas XI dan XII Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) terintegrasi ke semua mata pelajaran. RKAS (Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah untuk Lingkungan dan Budaya sekolah/diwiyata sekolah menganggarkan 1,32 %.
   2. Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Lingkungan
Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Lingkungan di SMA Negeri 3 Boyolali terdapat di dalam perangkat pembelajaran (RPP, Silabus, KKM, Tugas Mandiri dan Terstruktur Siswa, Hasil Inovasi Pembelajaran ang telah dikomunikasikan).
    3. Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipatif
Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipatif di SMA Negeri 3 Boyolali sebagai contoh ;
Kerja Bakti untuk kelas X, untuk kelas XI gerak jalan dan untuk kelas XII pengajian dilaksanakan pada hari Sabtu, minggu ke-dua dan ke-tiga setiap bulannya, dan kegiatan inmi dilaksanakan secara bergantian
   4. Pengelolaan Sarana Pendukung Ramah Lingkungan
Kegiatan Pengelolaan Sarana Pendukung Ramah Lingkungan di SMA Negeri 3 Boyolali sebagai contoh:
·  Adanya tempat sampah yang terpisah, yang terdiri dari sampah daun, sampah plastik, sampah kaca, sampah B3(Limbah Bahan Berbahaya)
·   Pemanfaatan air limbah wudhu untuk pengairan
· SMA Negeri 3 Boyolali memiliki IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) Kantin yang yang dapat dimanfaatkan lagi

Data Guru SMA Negeri 3 Boyolali

Mutu RSKM dijamin dengan guru yang menunjukkan kinerja optimal sesuai dengan tugas profesionalnya ( merencanakan dan melaksanakan PBM,menilai hasil pembelajaran serta melakukan bimb dan pelatihan ).
Pencapaian indikator kinerja kunci minimal, yaitu memenuhi Standar Pendidik.
Pencapaian indikator kinerja kunci tambahan:
Semua guru mampu memfasilitasi pembelajaran berbasis TIK.
Guru mata pelajaran kelompok sains, matematika, dan inti kejuruan mampu mengampu pembelajaran berbahasa inggris.
Minimal 20% guru berpendidikan S2 dari perguruan tinggi yang prog.studinya berakreditasi A.
Pengajar RSKM untuk matapelajaran MIPA sudah terkondisi dengan menggunakan ICT dan berusaha Bilingual.
Untuk meningkatkan penguasaan konsep para guru diikutkan seminar,workshop, dan mengundang pakar dari perguruan tinggi favorite
Setiap guru diwajibkan menyusun Handout,modul atau worksheet untuk pegangan anak dan guru
Para guru dituntut untuk menguasai Bahasa Inggris sesuai bidang studi masing-masing

Mutu RSKM dijamin dengan kepala sekolah yang menunjukkan kinerja optimal sesuai dengan tugas profesionalnya, yaitu sebagai pemimpin manajerial-administratif dan pemimpin manajerial-edukatif. Pencapaian indikator kinerja kunci minimal, yaitu memenuhi Standar Kepala Sekolah.
Keberhasilan ditandai juga dengan Pencapaian indikator kinerja kunci tambahan:
Minimal S2 dari perguruan tinggi yg prog.studinya berakreditasi A dan telah menempuh pelatihan kepala sekolah dari lembaga pelatihan yang diakui oleh Pemerintah.
Mampu berbahasa Inggris secara aktif.
Bervisi internasional, mampu membangun jejaring internasional, memiliki kompetensi manajerial, serta jiwa kepemimpinan dan entrepreneural yang kuat.

Sejarah SMA Negeri 3 Boyolali

Dalam rangka alih fungsi SPG / SGO menjadi SMTA sesuai dengan Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan No. 178/C/Kep/1989 Tentang Pedoman Pelaksanaan Alih Fungsi Sekolah Pendidikan Guru dan Sekolah Guru Olah Raga menjadi Sekolah Lanjutan Tingkat Atas Lainnya. Maka pada Tahun 1988 SPG / SGO alih fungsi menjadi SMA Negeri 3 Boyolali yang terdiri dari 4 kelas siswa, karena uantuk kelas II, III masih siswa-siswi SPG. Kemudian pada Tahun Pelajaran 1989 / 1990 menerima 6 Kelas, Sehingga jumlah kelas saat itu ada 10 kelas. Pada waktu itu SPG / SGO beralamat di Jl. Pandanaran No. 169 Boyolali, kemudian pada Tahun 1989 pindah menempati Gedung Yang Baru yang beralamat Jl. Perintis Kemerdekaan ( 0276) 324586, ( 57316 ) Pulisen, Boyolali sampai sekarang.

Visi Misi SMA Negeri 3 Boyolali

Visi
Menjadikan SMA Negeri 3 Boyolali yang unggul, Peduli dan Berbudaya Lingkungan, Kreatif, Inovatif dan Religius.
Misi
Mewujudkan lulusan berakhlak mulia, bermutu berbudaya dan percaya diri di msyarakat.
Mewujudkan dokumen kurikulum yang lengkap, bermutu dan sesuai dengan kondisi siswa.
Mewujudkan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM) dengan menggunakan pendekatan Saintific.
Mewujudkan pendidikan dan tenaga kependidikan yang memenuhi syarat kualifikasi akademik (S1) dan mempunyai kompetensi professional.
Mewujudkan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai dari segi kualitas dan kuantitas untuk mendukung tercapainya lulusan yang berakhlak, bermutu dan terpercaya.
Mewujudkan pengelolaan sekolah berdasarkan konsep Menejemen Berbasis Sekolah.
Mewujudkan pembiyaan yang memadai dan pengelolaan keuangan yang tertib, transparan, dan akuntabel dengan memberdayakan semua pihak terkait.
Mewujudkan system penialain yang menyeluruh otentik obbyektif dan berkelanjutan dan berbasis IT.
Mewujudkan Sekolah yang elok, bersih, disiplin dan peduli pada lingkungan.